pagi itu Anita seperti biasa,bangun pukul 05.00 untuk menunaikan ibadah shalat subuh dikamarnya yang mewah.
anita memang keturunan orang berada dengan ayahnya yang sebagai direktur utama sebuah perusahaan terkenal di ibu kota. rumahnya sangat megah terletak ditengah - tengah ibukota yang semakin padat.
ia hanya tinggal dengan ayah dan seorang pembantunya yang ramah, bi Iyem namanya. HANYA dengan Bi Iyem saja Anita biasa menghabiskan waktu sehari - hari, waktu masa kecilnya yang sangat masih butuh kasih sayang ayahnya, satu - satunya lumbung kasih sayang yang Anita punya, karena ibunya sudah lama meninggalkannya beberapa waktu lalu. karena kedudukan ayah Anita sebagai direktur yang membuat ayah Anita begitu sangat sibuk, sampai hampir tidak ada waktu untuk bermain dengan Anita, anak satu - satunya.
sudah tiga hari ini Anita ditinggal ayahnya dinas keluar kota.
sudah tiga hari ini Anita ditinggal ayahnya dinas keluar kota.
"Papah belum pulang, bi..." Tanya Anita pada Bi Iyem..
"Belum non...mungkin malam ini..." jawab Bi Iyem santun..
Anita menghela nafas pendeknya. seperti biasa, setelah menunaikan shalat subuh, anita membantu Bi Iyem beres - beres rumah dan selanjutnya melakukan aktifitas lainnya, dan lagi - lagi HANYA dengan bi Iyem..
malam hari tiba, benar apa kata bi Iyem tadi pagi, ayah Anita pulang dari tugas dinas keluar kota. Anita menaruh harapan besar pada ayahnya itu, bukan oleh - oleh, uang ataupun sebuah boneka kesukaannya, tapi waktu, itu yang ia butuhkan sekarang..
anita menyambut ayahnya dengan senyum manis miliknya, bersama bi Iyem mengangkut barang2 bawaannya dari mobil milik ayahnya. koper besar, bingkisan entah buat siapa, itulah isi mobil itu..
anita menarik lengan baju sang ayah, menagih waktu yang ayahnya janjikan waktu sebelum berangkat dinas tempo lalu..tapi ayahnya memberi isyarat dengan telapak tangan yang ia layangkan dengan mimik muka lemas tanpa ketidak sanggupan ayahnya memberikan harapan anita itu..
anita mengerti dan lagi - lagi mencoba mengerti..
esok hari anita mendapati ayahnya sedang berkutat dengan laptop kesayangannya..
anita yang memang masih sangat belia lagi - lagi mencoba menagih janji sang ayahnya,
"Aaayyahh, ayaaahh, gaji ayaah satu hari itu berapa sih, aku mau tau donkk..." senyum anita merekah sangat, sangat manis..
"Lho, untuk apa kamu tau sayangg.." Ayahnya juga tak mau kalah memberikan senyumnya, tapi TIDAK menatap wajah Anita..
"Gak apa - apa koq Yaahh, aku mau tau aja..." Anita masih dengan senyum manisnya..
"100rb satu hari, memang kenapa sayangg.." senyum itu menutup dari mimik ayah..
"Waaaw, gede juga ya Yaaahh, aku minta uang 40rb dongg Yaahh, boleh gak???" Wajah anita sedikit memelas...
mendengar permintaan anita, ayahpun geram dan mengomeli anita dengan sangat, sangat marah..
"Untuk apa uang sebesar itu, aku itu masih kecil, udah minta uang sebanyak itu, memang ayahmu ini lumbung uang,enak saja kalau minta,masuk sana, ayah lagi banyak tugas, mengganggu saja.."
Anita kaget dengan ucapan sang ayah, lalu berlari ke kamarnya dengan lirihan air mata lugunya. hari ini ia sangat terpukul dengan sikap ayah kesayangan, ayah juara nomor satu miliknya. Ia bingung ingin berbuat apa, ia tak tau apa yang terjadi dengan ayahnya..
anita menangis dengan sangat..
tiba - tiba pintu kamar terketuk, dan ternyata ayahnya yang mengetuk. ayah anita menghampiri buah hatinya itu yang sangat lucu dan cantik.
"Maafkan ayah yan sayaaanngg, ayah salah, ayah minta maaf, udah ngebentak kamu..."
"Gag apa - apa koq Yaaahh,,,," Jawaban anita dengan lirih karena air mata...
"Memang untuk apa kamu uang sebanyak itu sayanggg...???" ayah anita mencoba tahu maksud anita meminta uang sebanyak itu..
"Tidak untuk apa - apa koq ayah, AKU CUMA MINTA UANG UNTUK MEMBELI WAKTU UNTUK AYAH, BIAR AYAH PUNYA BANYAK WAKTU UNTUK AKU, ITU AJA..."
20.30
ArdianAnakBekasi




1 komentar:
good terus jangan patah semangat he he he cakep juga he he
Posting Komentar